Sang Guru; Alam Semesta

0

Aku ingin hidupku bagai pelangi,
Indah penuh warna
Aku ingin setegar batu karang,
Lindungi orang-orang yang aku sayangi
Aku ingin hidupku bagai salju
Amat lembut dan putih bersih
Tapi aku tak mengerti…
Apa yang sedang terjadi?
Aku berfikir seperti awan badai,
Gelap dan suram
Aku berfikir seperti petir
Mengerikan!
Aku semakin tak mengerti…
Alam semesta, bicaralah padaku!
Berikan jawabmu…
Angin,
Bawalah kegundahanku ini pergi

Advertisements

Untaian Kata UntukMu

0

Kadang terlintas dalam benakku,

Mengapa ada kehidupan?

Mengapa kita harus hidup di dunia ini?

Dan mengapa salib yang kupikul ini teramat berat?

Kadang aku iri, karna banyak kekurangan yang kumiliki

Kadang aku sedih, sebab hidup ini mengecewakan

Tapi sangat jarang aku berlutut di hadapan-Nya

Seharusnya aku sadar kalau semua ini adalah anugerah dari-Nya

Anugerah dari Tuhan yang harus disyukuri

Tiba-tiba, petir menggelegar di depan rumahku.

Aku menatapnya, amat terkejut

Tapi, berkat petir itu, aku kembali berlutut

Aku memejamkan mata dan mulai berdoa…

Dunia seakan menolak pendapatku tadi. Dan ternyata pendapatku memang salah. Aku mengerti. Hidup yang Kau berikan ini adalah  anugerah. Dan salib yang kupikul ini tidak lebih berat dari salib orang lain.Sungguh sesal hati ini Tuhan, karena aku telah meragukan-Mu. Kupikir lagi, keirianku tak beralasan, karena orang pasti diberikan kelebihan dari Tuhan. Kesedihanku juga tak ada guna. Lebih baik aku seperti ini, berlutut dan memuji Engkau. Terimakasih atas pengajaranMu hari ini. Amin.

Aku tersenyum bahagia

Tuhan telah membuka mataku untuk tidak iri hati dan selalu bersyukur…